Atasi Karhutla di Sumsel, Begini Penjelasan Danrem 044/Gapo
Divianews.com | Palembang — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya terkendali. Sekitar 400 hektare lahan masih menjadi fokus pemadaman, sementara kualitas udara di Palembang dan Pali berada pada kategori Sangat Tidak Sehat akibat asap yang bergerak dari wilayah sumber kebakaran.
Pemerintah pun memperkuat operasi di darat dan udara. Sebanyak 12.315 personel disebar ke 1.101 posko, didukung enam helikopter water bombing, pesawat patroli, hingga tambahan 100 sepeda motor operasional dan 20 ekskavator.
Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Penanganan dan Penanggulangan Karhutla di Posko Karhutla Kertapati, Palembang, Jumat (18/9). Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Hadir dalam pertemuan itu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wakapolda Sumsel, serta jajaran terkait.
Dalam rapat tersebut, Djamari meminta seluruh unsur mempercepat pemadaman. Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan diperkuat untuk mencegah api meluas.
Sementara itu, secara khusus Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud memaparkan kondisi Sumsel kepada menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, kondisi wilayah dengan sebaran karhutla terbanyak berada di OKI, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.
Lonjakan hotspot menjadi salah satu indikator meningkatnya tekanan karhutla. Pada Agustus tercatat 17.088 titik panas, kemudian melonjak menjadi 51.874 titik pada September.
Namun, dalam sepekan terakhir jumlahnya mulai turun. Dari puncak 4.170 hotspot pada Selasa, jumlah tersebut menurun menjadi 1.042 titik.
Asap OKI Masuk Palembang
Pergerakan asap dari arah tenggara menuju barat daya turut memengaruhi Palembang. Karena berada di tengah jalur pergerakan asap, Kota Palembang terdampak asap yang berasal dari wilayah OKI.
Kualitas udara Palembang dan PALI tercatat Sangat Tidak Sehat. Meski demikian, kondisi udara Sumsel secara umum disebut belum mencapai kategori Berbahaya.
Penanganan diprioritaskan di kawasan rawan seperti Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Muara Padang, dan Bayung Lencir. Bayung Lencir menjadi perhatian karena berbatasan langsung dengan Jambi.
3.278 Kejadian Karhutla
Patroli udara dan tim darat menemukan 178 kejadian karhutla baru. Total akumulasi kejadian yang tercatat mencapai sekitar 3.278 kejadian.
Setiap malam data hotspot dihimpun. Pagi harinya, tim melakukan ground check dan patroli udara untuk memastikan kondisi lapangan.
Data Posko Karhutla memperkirakan total lahan terbakar sekitar 639 hektare. Satgas darat telah menangani sekitar 210 hektare, sedangkan water bombing menangani 26 hektare. Sekitar 400 hektare masih menjadi sasaran pemadaman.
Sementara data resmi aplikasi Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hingga Juli mencapai 1.926,2 hektare.
Enam Helikopter Dikerahkan
Operasi udara diperkuat dua pesawat patroli/OMC, terdiri atas satu helikopter dan satu pesawat Cessna, serta enam helikopter water bombing.
Operasi Modifikasi Cuaca terakhir berlangsung pada 9–11 September di OKI, Muara Enim, dan OKU. Operasi tersebut memicu hujan lokal di OKU Selatan, OKU, OKU Timur, dan Musi Rawas Utara.
Di darat, kekuatan Satgas Karhutla mencapai 12.315 personel. Mereka terdiri dari BPBD 1.357 personel, Kodam II/Sriwijaya 3.000, Polda Sumsel 1.000, Lanud 50, Lanal 30, dan Manggala Agni 254 personel, ditambah unsur pemadam perusahaan HTI dan perkebunan swasta.
Untuk mempercepat operasi, Kementerian Pertahanan juga menyalurkan 100 sepeda motor yang dimodifikasi untuk pemadaman serta 20 ekskavator.
Seluruh kekuatan tersebut kini diarahkan untuk satu sasaran utama: memutus penyebaran api sebelum karhutla semakin meluas dan dampak asap semakin berat. (adi)

