Divianews.com | Palembang– Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya, Letjen TNI Ujang Darwis, secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpusat Pelatihan Driver dan Operator Kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) Tahun Anggaran 2026 yang diikuti personel dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/6/2026) di Lapangan Yonarhanud 12/SBP, Kabupaten Banyuasin.

Penutupan pelatihan tersebut menjadi akhir dari rangkaian pembekalan teknis yang bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kodam II/Sriwijaya.

Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur, tim penyelenggara, dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh dedikasi dan kesungguhan.

“Saya selaku Pangdam II/Sriwijaya dan pribadi menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada instruktur dan tim Bimtek yang telah memberikan pembekalan dalam pelatihan driver dan operator kendaraan pemadam kebakaran. Ucapan yang sama saya sampaikan kepada seluruh peserta yang dengan penuh kesungguhan mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan baik,” ujar Ujang Darwis.

Menurutnya, materi yang diberikan selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan dan pedoman bagi para peserta dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya saat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari teori, simulasi berkendara darurat, pengoperasian sistem pompa pemadam kebakaran, hingga manajemen keselamatan kerja. Seluruh materi tersebut dirancang untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel saat menghadapi kondisi darurat.

Pangdam menegaskan bahwa kemampuan yang diperoleh selama pelatihan harus terus diasah dan diterapkan secara konsisten di satuan masing-masing.

“Jangan biarkan pengetahuan tentang mesin, pompa, dan berbagai fitur kendaraan yang telah dipelajari menjadi lupa. Rawat kendaraan tersebut seolah-olah milik sendiri agar selalu siap dioperasionalkan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Selain kemampuan teknis, Pangdam juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, kecepatan respons memang menjadi tuntutan dalam penanganan kebakaran, namun keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

“Respon cepat itu wajib, tetapi tiba di lokasi dengan selamat tanpa menimbulkan kecelakaan adalah hal yang utama,” katanya.

Lebih lanjut, Ujang Darwis mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan tim dalam operasi pemadaman kebakaran. Koordinasi antara driver dan operator yang telah dilatih harus terus diterapkan sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan efektif dan maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa situasi kebakaran sering kali menimbulkan kepanikan dan tekanan tinggi. Karena itu, para personel diminta mengaplikasikan teknik-teknik yang telah diajarkan instruktur agar tetap tenang, mampu berpikir jernih, dan mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi darurat.

“Masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menaruh harapan besar di pundak kita semua. Saya berharap kalian kembali ke satuan masing-masing dengan membawa kebanggaan, keterampilan baru, dan semangat untuk siap berkorban demi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, Kodam II/Sriwijaya berharap seluruh peserta mampu menjadi ujung tombak dalam mendukung kesiapsiagaan serta percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, terutama menghadapi potensi musim kemarau yang rawan karhutla.

Mengakhiri amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya secara resmi menutup kegiatan tersebut.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, pada hari ini Selasa, 9 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, Bimbingan Teknis Terpusat Pelatihan Driver dan Operator Kendaraan Pemadam Kebakaran Tahun Anggaran 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkasnya. (adi)