Divianews.com | Jakarta— Kemarau panjang mulai menggerus akses masyarakat terhadap air bersih. Di tengah sumber air yang kian menipis, TNI menyiapkan langkah cepat mengerahkan kendaraan water treatment untuk mengubah air payau menjadi air bersih dan air siap minum bagi warga terdampak kekeringan.

Armada bantuan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu disiapkan untuk beroperasi di wilayah yang mengalami krisis air, termasuk kawasan di Kalimantan dan Sumatera yang memiliki sumber air payau.

Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, kamis (17/09) mengatakan, teknologi tersebut memungkinkan dapat mengolah sumber air yang sebelumnya sulit dimanfaatkan tetap bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Ia mengungkapkan, selain kemampuan bertempur yang dimiliki oleh tentara, hal lain adalah survival melalui teknologi WTP, dan ini merupakan salah satu sarana yang digunakan dalam operasi kemanusiaan.

“Kita punya teknologi water treatment air ini untuk membantu masyarakat karena dampak kemarau air sulit. Air sungai atau mungkin air laut yang ada bisa kita kelola untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Kunto.

Menurut dia, kondisi kekeringan tidak selalu berarti tidak ada sumber air. Air sungai, air baku, hingga air payau masih berpotensi dimanfaatkan sepanjang tersedia, dan  teknologi untuk mengolahnya secara cepat menjadi air yang layak digunakan dan dikonsumsi.

Dikatakan Kunto, kendaraan water treatment akan menjadi salah satu instrumen untuk merespons kebutuhan air bersih di lokasi yang terdampak kemarau. Armada tersebut memiliki kapasitas produksi ratusan liter air bersih dan air siap minum setiap jam, termasuk dari sumber air payau.

Air Gratis untuk Warga yang Kesulitan

Lebih lanjut, Kunto menegaskan, pengerahan armada tersebut merupakan bagian dari perencanaan penanggulangan bencana. TNI tidak bekerja sendiri, melainkan melengkapi dan berbagi tugas dengan instansi terkait di lapangan.

“Sebetulnya ini bagian dari perencanaan penanggulangan bencana itu sendiri. Unsur TNI sifatnya melengkapi, berbagi tugas bersama instansi terkait,” jelasnya.

Bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, kehadiran armada ini diharapkan dapat memangkas kesulitan mendapatkan pasokan air. Terlebih, ketika air bersih harus didatangkan dari lokasi lain, masyarakat berpotensi mengeluarkan biaya tambahan.

TNI memastikan dukungan tersebut diberikan secara gratis.

“Dukungan ini sangat membantu, hal ini merespons secara cepat terkait krisis air bersih yang dihadapi warga di daerah terdampak kemarau,” kata Kunto.

Air yang telah melalui proses pengolahan nantinya dapat diambil warga di titik penempatan kendaraan water treatment. Selain itu, air dapat dialirkan ke penampungan komunal sehingga distribusinya menjangkau lebih banyak warga.

Prioritas diberikan kepada permukiman yang sumber airnya sudah mulai mengering.

Atasi masalah tersebut, TNI memiliki teknologi pengolahan air sebagai solusi cepat menghadapi tekanan kemarau: bukan hanya mendatangkan air dari luar daerah, tetapi memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di sekitar lokasi untuk diolah menjadi air bersih dan air siap minum bagi masyarakat. (adi)