Kogabwilhan I Gelar Operasi Tiga Matra di Laut Natuna Utara
Divianews.com | Natuna – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) menggelar operasi pengamanan terpadu tiga matra (darat, laut, dan udara) di wilayah Laut Natuna Utara (LNU).
Kegiatan yang dipusatkan di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna ini dipimpin Asisten Operasi Kaskogabwilhan I, Laksamana Pertama TNI Komang Teguh.
Operasi interopabilitas ini bertujuan mengintegrasikan sistem informasi, komunikasi, dan komando untuk memperkuat pengamanan wilayah strategis perbatasan, khususnya di Laut Natuna Utara.
Dalam patroli gabungan tersebut, Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo meninjau langsung jalannya operasi dengan onboard di KRI Hasan Basri, kapal Eskorta Koarmada I di bawah kendali Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguspurla).
Saat patroli berlangsung, tim menemukan anomali pergerakan kapal asing. Untuk memastikan kondisi, TNI AU mengerahkan drone dari Lanud RSA guna mendapatkan pengamatan visual.
Setelah terindikasi berpotensi mengancam, KRI Hasan Basri menurunkan perahu karet RHIB untuk mendekati kapal menggunakan teknik Visit, Board, Search and Seizure (VBSS).
Hasil pemeriksaan oleh tim VBSS menemukan pelanggaran berupa dokumen kapal yang tidak lengkap. Kapal asing tersebut kemudian diamankan sementara untuk proses lebih lanjut sesuai prosedur operasi.
“Aspek interopabilitas tiga matra menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim kita. Dengan integrasi darat, laut, dan udara, setiap potensi ancaman bisa dideteksi dan ditindak secara cepat dan terukur,” ujar Asops Kaskogabwilhan I, Laksma TNI Komang Teguh.
Melalui operasi interopabilitas ini, Kogabwilhan I menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memastikan keamanan jalur laut strategis di Laut Natuna Utara. (adi)

