Divianews.com | Tanjungpinang — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) melaksanakan panen cabai merah di kawasan Tanjung Moco, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa (6/1/2026). Panen ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan lahan eks tambang bauksit.

Cabai merah tersebut ditanam di atas lahan bekas bauksit hasil kerja sama antara Kogabwilhan I dan kelompok tani lokal. Program ini bertujuan meningkatkan produksi cabai daerah sekaligus mengurangi ketergantungan Kepulauan Riau terhadap pasokan dari luar wilayah.

Panglima Kogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, mengatakan cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat Kepri. Namun, hingga saat ini produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.

“Data yang kami peroleh menunjukkan kebutuhan cabai di Kepulauan Riau baru bisa dipenuhi sekitar 30 persen dari produksi lokal. Selebihnya masih harus didatangkan dari luar daerah,” ujar Kunto.

Menurutnya, pemanfaatan lahan eks bauksit menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Selain cabai, Kogabwilhan I juga menerapkan sistem rotasi tanaman dengan komoditas inti yang mendukung ketahanan pangan.

“Ini kesempatan bagi petani lokal. Kita memanfaatkan lahan tidur dan menerapkan pola tanam yang berkelanjutan. Komoditas yang ditanam memang dipilih untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Kesejahteraan Keluarga Tentara (IKKT) CBS II Kogabwilhan I, Mia Kunto, menjelaskan cabai yang dipanen telah berusia sekitar 75 hari dan telah dipetik sebanyak 13 kali.

Ia menyebutkan, secara rata-rata dalam satu kali panen dihasilkan sekitar 25 kilogram cabai. Dengan harga cabai yang saat ini berada di atas Rp50 ribu per kilogram, kegiatan pertanian tersebut mulai memberikan keuntungan ekonomi bagi petani.

“Secara ideal satu pohon cabai bisa menghasilkan hingga 8 ons. Saat ini memang masih di bawah angka tersebut, namun hasil ini sudah sangat baik mengingat kondisi lahan yang merupakan bekas tambang bauksit,” ujar Mia.

Meski produktivitas belum maksimal, capaian panen ini dinilai cukup luar biasa dan menunjukkan bahwa lahan eks tambang tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.

Program pertanian Kogabwilhan I di kawasan Tanjung Moco ini sebelumnya juga telah mengubah sekitar 12 hektare lahan eks bauksit menjadi area pertanian, sebagai bagian dari komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau. (adi/rel)