Divianews.com | Palembang  — DPD Hiswanamigas Sumatera Selatan memastikan seluruh jaringan distribusi energi, mulai dari SPBU hingga agen LPG, dalam kondisi siap melayani kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Kepastian ini disampaikan untuk menjamin ketersediaan stok tetap stabil dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Ketua DPD Hiswanamigas Sumsel, Didi Cahyono, menegaskan pemenuhan kebutuhan energi saat Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang telah terintegrasi dengan sistem Pertamina. Seluruh mitra, kata dia, telah bergerak sesuai kuota dan arahan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.

“Prinsipnya kita siap menyuplai kebutuhan energi masyarakat, baik LPG maupun BBM. Harapan kita, masyarakat bisa menjalankan puasa ini dengan lebih nyaman,” ujar Didi, Kamis, 19 Februari 2026.

Dari sisi distribusi LPG subsidi, Didi menyoroti keberhasilan program One Village One Outlet (OVOO) yang dikelola Pertamina. Program ini dinilai mampu memperluas pemerataan pangkalan LPG di Sumatera Selatan. Saat ini, penetrasi pangkalan diklaim telah menjangkau lebih dari 90 persen desa, bahkan di sejumlah kabupaten/kota mendekati 100 persen.

Meski demikian, pemerataan distribusi masih menghadapi kendala di lapangan. Tantangan geografis menjadi hambatan di beberapa wilayah yang sulit dijangkau armada agen, sehingga tidak memungkinkan pendirian pangkalan baru. Selain itu, keterbatasan sinyal internet juga menjadi persoalan teknis karena setiap pangkalan wajib mengoperasikan aplikasi MAP dalam sistem distribusinya.

“Ada wilayah tertentu yang sulit dijangkau armada agen. Masalah sinyal juga menjadi tantangan karena setiap pangkalan wajib menggunakan aplikasi MAP dalam operasionalnya,” jelasnya.

Untuk komoditas BBM, Hiswanamigas memproyeksikan adanya peningkatan kebutuhan seiring naiknya aktivitas masyarakat selama Ramadan. Khusus BBM subsidi, koordinasi intensif dilakukan bersama BPH Migas guna memastikan penyesuaian kuota berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, pasokan BBM non-subsidi dipastikan dalam kondisi aman.

Menanggapi kekhawatiran soal potensi kelangkaan, Didi meminta masyarakat proaktif melaporkan secara spesifik titik lokasi yang mengalami kendala pasokan. Laporan tersebut, kata dia, akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi langsung dengan Pertamina untuk melakukan intervensi distribusi.

“Kalau ada laporan kekurangan, sampaikan titiknya. Kami akan lihat wilayahnya, pangkalan dan agen mana yang bertanggung jawab, lalu kami akan segera berkoordinasi untuk mengambil tindakan asalkan informasinya akurat,” tutupnya. (adi)

Palembang  — DPD Hiswanamigas Sumatera Selatan memastikan seluruh jaringan distribusi energi, mulai dari SPBU hingga agen LPG, dalam kondisi siap melayani kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Kepastian ini disampaikan untuk menjamin ketersediaan stok tetap stabil dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Ketua DPD Hiswanamigas Sumsel, Didi Cahyono, menegaskan pemenuhan kebutuhan energi saat Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang telah terintegrasi dengan sistem Pertamina. Seluruh mitra, kata dia, telah bergerak sesuai kuota dan arahan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.

“Prinsipnya kita siap menyuplai kebutuhan energi masyarakat, baik LPG maupun BBM. Harapan kita, masyarakat bisa menjalankan puasa ini dengan lebih nyaman,” ujar Didi, Kamis, 19 Februari 2026.

Dari sisi distribusi LPG subsidi, Didi menyoroti keberhasilan program One Village One Outlet (OVOO) yang dikelola Pertamina. Program ini dinilai mampu memperluas pemerataan pangkalan LPG di Sumatera Selatan. Saat ini, penetrasi pangkalan diklaim telah menjangkau lebih dari 90 persen desa, bahkan di sejumlah kabupaten/kota mendekati 100 persen.

Meski demikian, pemerataan distribusi masih menghadapi kendala di lapangan. Tantangan geografis menjadi hambatan di beberapa wilayah yang sulit dijangkau armada agen, sehingga tidak memungkinkan pendirian pangkalan baru. Selain itu, keterbatasan sinyal internet juga menjadi persoalan teknis karena setiap pangkalan wajib mengoperasikan aplikasi MAP dalam sistem distribusinya.

“Ada wilayah tertentu yang sulit dijangkau armada agen. Masalah sinyal juga menjadi tantangan karena setiap pangkalan wajib menggunakan aplikasi MAP dalam operasionalnya,” jelasnya.

Untuk komoditas BBM, Hiswanamigas memproyeksikan adanya peningkatan kebutuhan seiring naiknya aktivitas masyarakat selama Ramadan. Khusus BBM subsidi, koordinasi intensif dilakukan bersama BPH Migas guna memastikan penyesuaian kuota berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, pasokan BBM non-subsidi dipastikan dalam kondisi aman.

Menanggapi kekhawatiran soal potensi kelangkaan, Didi meminta masyarakat proaktif melaporkan secara spesifik titik lokasi yang mengalami kendala pasokan. Laporan tersebut, kata dia, akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi langsung dengan Pertamina untuk melakukan intervensi distribusi.

“Kalau ada laporan kekurangan, sampaikan titiknya. Kami akan lihat wilayahnya, pangkalan dan agen mana yang bertanggung jawab, lalu kami akan segera berkoordinasi untuk mengambil tindakan asalkan informasinya akurat,” tutupnya. (adi)