BI-Disdik Sumsel Kick Off Pilot Project Edukasi Kebanksentralan Tingkat SMA/SMK
Divianews.com | Palembang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan dua program strategis untuk memperkuat literasi kebanksentralan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kedua program tersebut yakni kick off Program Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah pada jenjang SMA/SMK serta pilot project perluasan pelayanan penukaran uang Rupiah di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Adapun Kick Off Pilot Projeck berlangsung pada Selasa (28/7/2026) di lantai 4 Gedung BI Sumsel menjadi langkah nyata Bank Indonesia dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap fungsi bank sentral, pentingnya menjaga Rupiah, serta meningkatkan akses layanan penukaran uang hingga ke seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan bahwa inisiatif pertama difokuskan pada dunia pendidikan melalui integrasi materi Kebanksentralan dan Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah ke dalam kurikulum sekolah.

“Program ini diintegrasikan pada mata pelajaran Ekonomi di SMA dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SMK. Integrasi tersebut didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan melalui penerbitan Surat Keputusan Rekomendasi Integrasi Kurikulum,” ujar Bambang.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang lebih lanjut juga menegaskan, bahwa sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan merupakan terobosan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.
“Kolaborasi integrasi materi kebanksentralan dan Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah ke dalam kurikulum SMA dan SMK ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kami berharap langkah ini menjadi model yang dapat direplikasi oleh provinsi dan Kabupaten/Kota dalam meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap peran Bank Indonesia sejak usia sekolah,” ujar Bambang.
Sebagai tahap awal implementasi, Bank Indonesia Sumsel menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi 923 guru SMA dan SMK yang dibagi dalam 12 angkatan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Pelatihan tersebut bertujuan membekali para guru dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kebanksentralan sebelum materi diajarkan kepada peserta didik.
Selain memperkuat literasi keuangan di sekolah, Bank Indonesia juga meluncurkan pilot project perluasan pelayanan penukaran uang Rupiah. Program ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat menukarkan uang rusak, lusuh maupun uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Dalam pelaksanaannya, BI menggandeng sejumlah bank nasional maupun daerah, yakni Bank Mandiri, BRI, Bank Sumsel Babel, BNI, BSI, dan BCA, sehingga layanan penukaran uang dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Masyarakat nantinya dapat memanfaatkan layanan tersebut melalui aplikasi PINTAR.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda sejak bangku sekolah.
“Bank Indonesia sangat peduli dengan pendidikan, mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Hari ini kita diajak bekerja sama untuk memberikan pengetahuan lebih tentang kebanksentralan, literasi keuangan, dan ekonomi kepada anak-anak kita,” katanya.
Ia menjelaskan, program tersebut akan menjangkau hampir 1.000 SMA dan SMK yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan, mulai dari Kota Palembang hingga Kabupaten Musi Rawas Utara.
Menurut Mondyaboni, materi mengenai kebanksentralan, literasi keuangan, dan pemahaman ekonomi akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang relevan dengan perkembangan ekonomi nasional.
“Kami berharap ini menjadi program yang berkelanjutan, bukan sekadar momentum sesaat. Mengingat siswa-siswi terus berganti setiap tahunnya, kami berharap Bank Indonesia dapat terus membersamai Dinas Pendidikan dalam mengedukasi generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman kuat mengenai fungsi bank sentral, mencintai dan bangga menggunakan Rupiah, serta memiliki literasi keuangan yang lebih baik sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Di sisi lain, perluasan layanan penukaran uang diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan Bank Indonesia secara merata hingga ke seluruh pelosok Sumatera Selatan. (adi)
