Tutup Diksarlin, Direktur Polsri Tekankan Disiplin dan Pertahankan Prestasi
Divianews.com | Palembang — Pendidikan Dasar Kedisiplinan (Diksarlin) Gelombang II Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Tahun Akademik 2026/2027 resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 mahasiswa baru itu ditandai dengan Upacara Penutupan di Jasdam II/Sriwijaya, Sabtu (8/8/2026).
Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnandi, M.T., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kodam II/Sriwijaya, Jasdam II/Sriwijaya, para pelatih, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Diksarlin hingga selesai.
Selama enam hari, para mahasiswa mendapatkan pembinaan yang mencakup karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, jiwa korsa, nasionalisme, hingga semangat kebersamaan. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi modal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik sekaligus membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
Irawan menegaskan, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Diksarlin tidak boleh berhenti setelah kegiatan ditutup. Disiplin, tanggung jawab, integritas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah harus diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, kerja sama, serta semangat pantang menyerah yang telah ditanamkan selama mengikuti Diksarlin jangan berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irawan juga menyampaikan kabar membanggakan mengenai capaian Polsri di tingkat nasional. Prestasi itu diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa baru untuk berani berprestasi dan membawa nama baik almamater.
Irawan mengungkapkan, Polsri berhasil meraih Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Terapan melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
“Tadi malam telah dilaksanakan proses pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Terapan melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Alhamdulillah, Polsri mendapatkan Juara 2,” ungkapnya.
Prestasi Polsri juga berlanjut melalui ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Mahasiswa Politeknik se-Indonesia yang digelar di Politeknik Negeri Medan. Dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai politeknik negeri dan swasta di Indonesia tersebut, Polsri berhasil meraih predikat Juara Umum.
Menurut Irawan, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab bagi seluruh sivitas akademika untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pada masa mendatang.
“Tentu ini menjadi tanggung jawab kalian ke depan, bagaimana mempertahankan prestasi-prestasi yang pada saat ini telah kita dapatkan,” tegasnya.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, prestasi kampus merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, mewakili Pangdam II/Sriwijaya, Asisten Teritorial (Aster) Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., menekankan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Ia menyebut para mahasiswa yang mengikuti Diksarlin merupakan calon pemimpin yang nantinya akan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Tanpa kedisiplinan, kita tidak bisa menjadi orang yang hebat dan berhasil. Kedisiplinan itu dimulai dari hal-hal dasar seperti bangun pagi, disiplin belajar, ibadah, serta menghormati orang tua dan guru,” ujarnya.
Kusnandar mengingatkan, meski Diksarlin hanya berlangsung selama enam hari, proses pembentukan karakter tidak boleh berakhir bersamaan dengan penutupan kegiatan. Kebiasaan disiplin yang telah dibangun selama pelatihan harus terus dipelihara dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk selama menjalani perkuliahan.
Ia juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi generasi muda seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung hal-hal positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Teknologi membuat dunia tanpa batas. Namun, tanpa jiwa disiplin dan nasionalisme yang kuat, kecanggihan teknologi justru bisa membawa dampak negatif. Oleh karena itu, benteng diri melalui karakter yang kuat dan pendekatan keagamaan sangat penting,” tegasnya.
Kusnandar berpesan agar mahasiswa Polsri senantiasa menjaga kekompakan, nama baik diri, keluarga, dan almamater. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan maupun dalam perjalanan meraih cita-cita.
Penutupan Diksarlin Gelombang II sekaligus menjadi awal bagi 2.000 mahasiswa baru Polsri untuk menerapkan pembekalan yang telah diperoleh ke dalam kehidupan kampus. Bekal kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, dan kebersamaan diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap berkontribusi bagi bangsa. (adi)
