Divianews.com | Palembang – Upaya meningkatkan efisiensi energi dan mengoptimalkan losses menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja operasional sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan Pertamina. Semangat tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Bulan Energy & Loss 2026 yang tahun ini mengusung tema “Optimasi Loss & Efisiensi Energi dalam Semangat Digitalisasi.”

Opening Bulan Energy & Loss 2026 diikuti oleh seluruh Refinery Unit Pertamina, termasuk Kilang Plaju. Pelaksanaan secara serentak dan terarah di seluruh Refinery Unit menjadi momentum bersama bagi pekerja untuk meningkatkan mindset, awareness, dan ownership terhadap efisiensi energi, pengelolaan losses, serta pengurangan emisi karbon dalam aktivitas operasional.

Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengatakan bahwa Bulan Energy & Loss menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh pekerja terhadap penggunaan energi dan pengelolaan losses sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

“Bulan Energy & Loss menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan ownership seluruh pekerja terhadap efisiensi energi dan pengelolaan losses. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi dampak lingkungan, serta mendukung perjalanan menuju Net Zero Emission. Hal ini perlu kita jalankan dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” ujar Didik.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Kilang Plaju turut memperkuat penerapan budaya efisiensi di lingkungan kerja. Executive General Manager PT PPN RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan bahwa efisiensi energi dan pengelolaan losses membutuhkan keterlibatan seluruh pekerja agar dapat menjadi bagian dari kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan.

“Efisiensi bukan hanya tentang bagaimana kita menggunakan energi dengan lebih hemat, tetapi juga bagaimana setiap pekerja memiliki kepedulian untuk mengenali peluang perbaikan dalam pekerjaannya. Dengan kolaborasi dan dukungan digitalisasi, kami terus mendorong pengelolaan energi dan losses yang lebih optimal,” ujar Khabibullah.

Menurut Khabibullah, semangat tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam memperkuat mindset dan culture melalui continuous improvement. Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengelolaan konsumsi energi secara optimal turut membuka peluang untuk melakukan efisiensi biaya sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas operasional.

Bulan Energy & Loss 2026 juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mendukung agenda dekarbonisasi. Melalui peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, optimalisasi losses, serta pemanfaatan digitalisasi, pekerja didorong untuk melihat keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional.

Bagi Kilang Plaju, semangat tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Bulan Energy & Loss, tetapi diharapkan terus tumbuh dalam keseharian pekerja. Ketika mindset kepedulian, ownership, dan budaya continuous improvement terhadap energi dan losses menjadi bagian dari cara bekerja, setiap langkah kecil dapat memberikan kontribusi bagi operasional yang lebih efisien, lingkungan yang lebih terjaga, dan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

Dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, Kilang Plaju terus mendorong setiap pekerja untuk mengambil peran dalam menciptakan operasional yang lebih efisien, optimal, dan berkelanjutan. (dn)