Divianews.com | Palembang — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z. Salah satu upaya strategis dilakukan melalui kegiatan Kuliah Umum bertema “Kupas Tuntas Strategi Investasi Pasar Modal Ala Gen Z” yang digelar di Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (22/7).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Inarno Djajadi. Dalam sambutannya, Inarno menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan di sektor keuangan Indonesia.

“Tema hari ini bukan sekadar tentang investasi, tetapi tentang sinergi dalam membangun ekosistem pasar modal yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan. Pasar modal bukan hanya tempat transaksi, tetapi ruang kolaborasi antara regulator, pelaku industri, investor, akademisi, dan para mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami produk investasi secara menyeluruh agar tidak terjerumus dalam praktik investasi ilegal yang semakin marak. “OJK terus mendorong agar Gen Z tidak hanya menjadi investor yang cerdas secara digital, tetapi juga menjadi influencer positif yang mampu menyebarkan kesadaran akan pentingnya investasi yang sehat dan berizin,” tambah Inarno.

Wakil Rektor Universitas Bina Darma, Edi Surya Negara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara regulator dan institusi pendidikan dapat terus diperkuat demi mencetak generasi unggul di bidang keuangan.

Kuliah umum ini juga diisi oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang memaparkan strategi investasi pasar modal yang relevan untuk generasi Z. Ia mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memahami instrumen keuangan dan mengambil peran dalam pembangunan sistem keuangan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa dapat menjadi garda depan dalam menyebarkan literasi keuangan, memahami hak dan kewajiban sebagai investor, serta membantu menciptakan ekosistem investasi yang aman dan terpercaya di Sumatera Selatan. (ndang)