Divianews.com | Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Muara Enim tetap berjalan dengan baik setelah menunjuk Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim.

Penunjukan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim kepada Sumarni di Griya Agung Palembang, Rabu (10/6/2026), menyusul penetapan Bupati Muara Enim, Edison, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel bergerak cepat menjalankan amanat konstitusi guna menjaga kesinambungan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Atas amanah konstitusi, saya menunjuk Wakil Bupati menjadi Pelaksana Tugas Bupati. Setelah adanya musibah ini dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, langsung kita proses surat Plt dan hari ini diserahkan kepada Ibu Sumarni,” ujarnya.

Herman Deru menekankan bahwa situasi yang terjadi tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan maupun pembangunan daerah. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan tetap menjaga kekompakan dan fokus bekerja melayani masyarakat.

“Suasana ini tidak boleh meruntuhkan semangat kita. Kuncinya satu, yaitu solid. Kita tidak bisa menebak apa yang sedang dilakukan oleh penegak hukum, maka jawabannya adalah menghindari segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan pelanggaran,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat dan aparatur pemerintahan agar selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, setiap penyelenggara pemerintahan harus menyadari bahwa kinerjanya selalu menjadi perhatian publik sehingga harus mampu menghindari tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Lebih lanjut, Herman Deru menjelaskan bahwa tugas yang kini diemban Sumarni bukan hanya menjalankan fungsi kepala daerah sementara, tetapi juga memimpin pemerintahan, pembangunan, dan masyarakat Kabupaten Muara Enim secara menyeluruh.

Menurutnya, seluruh program prioritas dan proyek strategis daerah harus tetap berjalan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Fokus pada visi dan misi. Bagaimanapun Bupati dan Wakil Bupati adalah satu paket yang menentukan arah pembangunan Muara Enim. Proyek-proyek strategis harus terus berjalan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” katanya.

Ia meminta Sumarni segera melakukan konsolidasi internal, menginventarisasi berbagai persoalan yang ada, serta membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kepada jajaran Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dan ASN Kabupaten Muara Enim, Herman Deru berpesan agar tetap menjalankan amanah konstitusi untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim Sumarni menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Hari ini kita berduka dan berkeprihatinan atas kondisi yang terjadi. Namun, kami menghormati sepenuhnya proses penegakan hukum dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta berharap proses tersebut berjalan seadil-adilnya,” ujarnya.

Sumarni juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru atas arahan dan langkah cepat yang diambil sehingga stabilitas pemerintahan tetap terjaga.

Menurutnya, amanah sebagai Plt Bupati merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

“Tugas dan tanggung jawab ini bukan kebanggaan, melainkan ujian yang harus kita pikul bersama. Saya tidak bekerja sendiri dan tidak berjalan sendiri,” katanya.

Ia menginstruksikan seluruh ASN dan perangkat daerah agar tetap tenang, fokus bekerja, serta tidak terpengaruh oleh situasi yang berkembang.

“Loyalitas kita bukan kepada personal, tetapi kepada sistem dan pengabdian kepada masyarakat. Saya mengajak seluruh OPD untuk bergandengan tangan membuktikan bahwa birokrasi Muara Enim tetap solid, berintegritas, dan berkualitas,” tegasnya.

Sumarni memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan normal, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan, dan berbagai program strategis daerah.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel, termasuk melalui penguatan pengawasan dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Di akhir sambutannya, Sumarni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Muara Enim untuk menjaga kondusivitas Bumi Serasan Sekundang. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Dr. Apriyadi, M.Si., para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muara Enim. (nia)