Divianews.com | Ogan Ilir – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Kamis (18/6/2026). Berkat respons cepat petugas, api yang membakar lahan gambut dan semak belukar seluas sekitar dua hektare tidak sempat meluas ke wilayah sekitar.

Titik kebakaran terdeteksi di koordinat S 3.09238107 dan E 104.71952255. Dari total lahan terdampak, sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan selama proses penanganan awal. Hingga pukul 16.20 WIB, api dinyatakan padam sepenuhnya dan situasi di lokasi dalam kondisi aman tanpa adanya korban jiwa.

Mendapat laporan adanya titik api, Babinsa Desa Rambutan dari Koramil 402-07/Indralaya, Serma Rusyidi, langsung bergerak menuju lokasi bersama tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Proses pemadaman dilakukan menggunakan tiga unit mesin pompa air dan sejumlah peralatan manual. Upaya tersebut menghadapi tantangan karena medan berupa lahan gambut yang sulit dijangkau serta berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Serma Rusyidi mengatakan keterlibatan Babinsa dalam penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat sekaligus dukungan kepada pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan bencana.

“Kami mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena merugikan lingkungan dan kesehatan. Kesadaran bersama sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya karhutla, terutama saat musim kemarau,” ujar Serma Rusyidi.

Selain membantu pemadaman, Babinsa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Kecamatan Indralaya Utara diketahui menjadi salah satu wilayah yang rawan karhutla saat musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar serta keterbatasan sumber air di beberapa lokasi menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan di area gambut guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah munculnya kembali titik-titik kebakaran. Sementara itu, identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan kebakaran tidak meluas. (cha)