Respons Cepat, Damkar Yonif TP 895/Kujur Cakti Bantu Cegah Karhutla Meluas
Divianews.com | Muara Enim – Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 895/Kujur Cakti bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, sabtu (22/8/2026).
Pengerahan personel dilakukan setelah warga melaporkan adanya titik api yang membakar lahan dan berpotensi meluas ke area permukiman maupun perkebunan. Respons cepat tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Komandan Yonif TP 895/Kujur Cakti, Letnan Kolonel Inf Mas Agung Abdi Negoro, mengatakan keterlibatan personel merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung pemerintah daerah menangani bencana Karhutla.
“Sesuai petunjuk dari pimpinan, untuk seluruh Satuan Yonif TP yang wilayahnya terdampak kebakaran hutan dan lahan harus segera mengambil aksi dalam membantu pemadaman serta tetap berkoordinasi dengan aparat setempat, baik BNPB daerah, Pemda, TNI-Polri serta instansi terkait lainnya,” tegas Danyonif.
Setelah tiba di lokasi, Tim Damkar Yonif TP 895/Kujur Cakti langsung bergabung dengan petugas Damkar Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, serta masyarakat setempat. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di area yang terdampak untuk memastikan kobaran dan bara api benar-benar terkendali.
Menurut Letkol Inf Mas Agung, koordinasi lintas unsur menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, terutama untuk mencegah api kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, kobaran api telah berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi berangsur kondusif. Meski demikian, personel Yonif TP 895/Kujur Cakti masih melakukan pemantauan guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Yonif TP 895/Kujur Cakti juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kesadaran dan kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mencegah terjadinya Karhutla, khususnya di tengah kondisi yang rawan terhadap penyebaran api.
Dengan respons cepat, koordinasi yang solid, dan keterlibatan masyarakat, penanganan Karhutla di Gelumbang dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga ancaman meluasnya api dapat ditekan. (adi)

