Divianews.com | Jakarta — Modernisasi teknologi militer, penguatan ketahanan pangan, pengolahan sampah menjadi energi alternatif, hingga pengerahan ratusan prajurit dalam misi perdamaian dunia menjadi bagian dari agenda Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo saat memimpin Kodam III/Siliwangi pada 2022–2023.

Di bawah kepemimpinannya, Kodam III/Siliwangi tidak hanya memperkuat kesiapan operasional prajurit, tetapi juga mengembangkan inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Teknologi pertempuran diuji, lahan pertanian diberdayakan, budidaya perikanan didorong, dan peralatan pengolahan limbah dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan energi alternatif.

Pada saat yang sama, satuan di bawah Kodam III/Siliwangi terlibat dalam penanganan gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, pada November 2022, serta menyiapkan ratusan personel untuk menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan arah kepemimpinan Kunto yang memadukan pembinaan kemampuan militer, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan. Namun, capaian setiap program perlu dilihat berdasarkan tahap pelaksanaan dan dampaknya, bukan semata-mata dari jumlah kegiatan atau perangkat yang diperkenalkan.

Lima Fokus Kepemimpinan

Dengan wilayah tanggung jawab meliputi Jawa Barat dan Banten, Kodam III/Siliwangi memiliki sekitar 22.000 personel yang tersebar di satuan tempur, teritorial, dan bantuan. Kekuatan tersebut menjadi modal untuk menjalankan tugas pertahanan sekaligus mendukung kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Selama menjabat Pangdam III/Siliwangi, Kunto mengarahkan perhatian pada lima bidang utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi sistem informasi, penguatan kesiapan operasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Kelima fokus itu diterjemahkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan teknologi militer modern dan pembinaan satuan hingga pengembangan teknologi tepat guna untuk pertanian, perikanan, serta pengolahan sampah.

Pendekatan tersebut menempatkan kesiapan prajurit dan inovasi sebagai dua unsur yang berjalan beriringan. Di satu sisi, kemampuan operasional satuan terus dibina. Di sisi lain, sumber daya dan teknologi yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab sejumlah persoalan di tengah masyarakat.

Uji Teknologi untuk Memperkuat Kesiapan Tempur

Salah satu agenda yang menonjol adalah pengenalan teknologi untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas militer.

Pada Mei 2023, Kodam III/Siliwangi menggelar demonstrasi dan pengujian sejumlah perangkat dalam kegiatan latihan satuan. Perangkat yang diperkenalkan meliputi drone pengintai, drone tembak, Battle Management System (BMS), helm berkamera atau spy camera, jammer, remote detonator, serta perangkat komunikasi dan identifikasi modern.

Pengujian tersebut diarahkan untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung koordinasi, pemantauan situasi, dan pengambilan keputusan saat operasi. Kehadiran perangkat digital diharapkan dapat membantu prajurit bekerja lebih efektif dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Meski demikian, demonstrasi dan pengujian belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh perangkat telah diterapkan secara operasional. Tingkat keberhasilan modernisasi tetap perlu dinilai melalui hasil pengujian, kesiapan personel, keandalan peralatan, dan penerapannya dalam tugas nyata.

Selain pengembangan teknologi, Kodam III/Siliwangi melaksanakan pengujian rencana operasi menggunakan metode dua pihak serta latihan satuan tempur bersama Yonif Raider 301 pada Agustus 2023. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai skenario operasi.

Sebelumnya, pada April 2022, Kodam III/Siliwangi juga menyiapkan Yonarmed 5/105 Tarik untuk penugasan pengamanan perbatasan Indonesia–Malaysia. Persiapan ini merupakan bagian dari pembinaan kesiapan personel sebelum menjalankan tugas di wilayah operasi.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan militer tidak hanya bertumpu pada pengenalan perangkat baru, tetapi juga membutuhkan latihan, penguasaan teknologi, dan kesiapan personel.

Pertanian dan Perikanan Jadi Sasaran Inovasi

Di luar sektor pertahanan, inovasi Kodam III/Siliwangi diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

Salah satu program yang dijalankan adalah penggunaan BIOS 44 DC dalam kegiatan pertanian dan perikanan. Teknologi tersebut dimanfaatkan dalam demplot padi di Cicalengka, Kabupaten Bandung, dengan sasaran mempercepat masa panen.

Di sektor perikanan, pemanfaatan BIOS 44 DC turut mendukung kegiatan budidaya melalui penebaran 4.000 benih ikan di Majalengka pada Juni 2023.

Kodam III/Siliwangi juga mendorong kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam pengelolaan lahan pertanian seluas 80 hektare di Indramayu. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program-program itu memperlihatkan upaya memperluas pemanfaatan teknologi ke sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pertanian dan perikanan dipilih sebagai ruang penerapan inovasi karena keduanya memiliki peran penting dalam penyediaan pangan dan penghidupan warga.

Meski sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, dampak program terhadap produktivitas pertanian, percepatan masa panen, dan hasil budidaya masih perlu dinilai melalui data terukur. Informasi mengenai hasil panen sebelum dan sesudah penerapan teknologi, misalnya, diperlukan untuk memastikan besarnya manfaat yang dihasilkan.

Dari Hanya Sampah, Kembangkan Energi Alternatif

Persoalan lingkungan juga menjadi salah satu sasaran inovasi Kodam III/Siliwangi. Selain sektor pangan, pengembangan teknologi diarahkan untuk mendukung pengolahan sampah dan pemanfaatan bahan baku alternatif sebagai sumber energi.

Sejumlah peralatan dikembangkan, antara lain mesin pembuat briket dan pelet dengan kapasitas 500–600 kilogram per jam, mesin pencacah dan pencuci plastik, serta kompor biomassa dan Kobara.

Mesin pembuat briket dan pelet ditujukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Sementara itu, mesin pencacah dan pencuci plastik mendukung proses pengolahan limbah plastik sebelum masuk ke tahapan pemanfaatan berikutnya.

Adapun kompor biomassa dan Kobara menjadi bagian dari pengembangan alternatif pemanfaatan energi. Inovasi tersebut diarahkan untuk memperluas pilihan pengolahan bahan baku dan mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Namun, kapasitas mesin tidak otomatis mencerminkan jumlah sampah yang berhasil dikurangi atau besarnya penghematan energi. Penilaian terhadap efektivitas program membutuhkan data mengenai volume bahan baku yang diolah, jumlah produk yang dihasilkan, biaya operasional, serta keberlanjutan penggunaan peralatan.

Dengan demikian, manfaat inovasi lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis mesin, tetapi juga oleh konsistensi pemanfaatan, ketersediaan bahan baku, dan pengelolaan hasil olahan.

Siapkan 229 Prajurit untuk Misi PBB di Lebanon

Di tingkat internasional, Kodam III/Siliwangi turut berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB melalui penyiapan dan pemberangkatan 229 prajurit ke Lebanon pada November–Desember 2022.

Para personel tersebut dialokasikan ke sejumlah unsur penugasan dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Rinciannya terdiri atas 30 personel Force Headquarters Support Unit, 125 personel Force Protection Company, 40 personel Military Police Unit, 18 personel Military Community Outreach Unit, tujuh personel Civil Military Coordination, serta sembilan personel rumah sakit.

Penugasan tersebut mencerminkan kontribusi prajurit TNI dalam mendukung operasi perdamaian internasional. Selain kemampuan teknis dan profesionalisme, tugas semacam ini menuntut kedisiplinan, kesiapan mental, serta kemampuan beradaptasi dan bekerja bersama personel dari berbagai negara.

Penyiapan ratusan prajurit tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan satuan. Kemampuan personel harus disesuaikan dengan karakteristik penugasan, termasuk kebutuhan perlindungan, penegakan disiplin militer, koordinasi sipil-militer, dan dukungan kesehatan.

Keterlibatan dalam misi PBB memperlihatkan bahwa pembinaan kemampuan prajurit tidak hanya dipersiapkan untuk kebutuhan di dalam negeri, tetapi juga untuk mendukung tugas internasional Indonesia.

Ribuan Prajurit Hadir Bantu Penanganan Gempa Cianjur

Selain pembinaan satuan dan penugasan internasional, keterlibatan dalam operasi kemanusiaan menjadi bagian penting dari kiprah Kodam III/Siliwangi selama periode kepemimpinan Kunto.

Ketika gempa bumi mengguncang Cianjur pada November 2022, prajurit TNI terlibat dalam berbagai kegiatan penanganan darurat. Kegiatan itu meliputi evakuasi korban, pendirian tenda pengungsian, penyaluran logistik, dan pengamanan wilayah terdampak.

Pada tahap pemulihan, ribuan prajurit dikerahkan untuk membantu pembangunan rumah tahan gempa bagi warga yang terdampak bencana. Personel juga mendukung koordinasi pemulihan serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

Keterlibatan tersebut dibutuhkan untuk membantu masyarakat melewati masa darurat sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan setelah bencana. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan mengerahkan personel, mendistribusikan bantuan, dan berkoordinasi dengan berbagai instansi menjadi faktor penting.

Penanganan gempa Cianjur sekaligus memperlihatkan peran satuan teritorial dalam mendukung penanggulangan bencana. Kesiapan militer tidak hanya diuji melalui latihan dan operasi tempur, tetapi juga melalui kemampuan merespons kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat.

Inovasi Berbuah Apresiasi Menteri Pertahanan

Berbagai inovasi yang dikembangkan Kodam III/Siliwangi mendapat apresiasi Menteri Pertahanan RI pada Maret 2023.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertahanan menilai inovasi yang diperkenalkan memiliki manfaat bagi masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas teritorial, Kementerian Pertahanan juga menyerahkan bantuan 100 unit sepeda motor untuk menunjang operasional Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kendaraan tersebut ditujukan untuk meningkatkan mobilitas Babinsa dalam menjalankan pembinaan teritorial dan menjangkau masyarakat di wilayah binaan.

Dukungan itu menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan tugas di tingkat desa. Mobilitas yang memadai dibutuhkan agar Babinsa dapat menjalankan komunikasi, pemantauan wilayah, dan koordinasi dengan masyarakat secara lebih efektif.

Meski mendapat apresiasi, keberlanjutan manfaat inovasi tetap bergantung pada penerapan di lapangan. Evaluasi berkala, pemeliharaan peralatan, kesiapan operator, serta pengukuran hasil menjadi faktor penting untuk memastikan program tidak berhenti pada tahap pengenalan atau peluncuran.

Capaian, Bukan Sekadar Banyaknya Program

Jika ditarik sepanjang 2022–2023, program Kodam III/Siliwangi memperlihatkan perpaduan antara pembinaan kemampuan militer, pengembangan teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada 2022, kegiatan yang menonjol meliputi persiapan penugasan pengamanan perbatasan, kontribusi dalam misi perdamaian PBB, serta penanganan gempa Cianjur. Memasuki 2023, pengembangan teknologi pertempuran, inovasi pertanian dan perikanan, serta pengolahan sampah semakin terlihat melalui sejumlah kegiatan demonstrasi, pengujian, dan penerapan di lapangan.

Meski berada dalam bidang yang berbeda, seluruh program tersebut memiliki benang merah berupa upaya meningkatkan kemampuan satuan sekaligus memperluas manfaat keberadaan TNI bagi masyarakat.

Namun, capaian perlu dibaca secara proporsional. Teknologi pertempuran yang masih dalam tahap demonstrasi atau pengujian tidak dapat disamakan dengan perangkat yang telah terbukti digunakan secara operasional. Demikian pula, kegiatan pertanian dan pengolahan sampah memerlukan data hasil untuk menunjukkan dampak yang benar-benar dicapai.

Ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan semata-mata jumlah program yang dilaksanakan atau kecanggihan perangkat yang diperkenalkan. Hal yang lebih menentukan adalah sejauh mana inovasi dapat digunakan secara berkelanjutan, meningkatkan kesiapan prajurit, memperkuat ketahanan pangan, mengurangi persoalan lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rekam jejak Kunto Arief Wibowo selama memimpin Kodam III/Siliwangi pada 2022–2023 menunjukkan upaya menghubungkan modernisasi militer dengan kebutuhan sosial. Pendekatan tersebut memperluas ruang pengabdian satuan teritorial tanpa mengesampingkan tugas pokok pertahanan.

Keberlanjutan program dan keterukuran hasil akan menjadi faktor penting untuk menilai sejauh mana berbagai inovasi itu mampu memberikan dampak jangka panjang setelah masa kepemimpinannya berakhir. (Tim)