Divianews.com | Palembang – Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya tak sekadar menjadi ajang adu kecepatan di atas air. Digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), kegiatan ini juga menjadi upaya melestarikan warisan budaya Sumatera Selatan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet dayung berprestasi.

Panglima Kodam II/Sriwijaya (Pangdam II/Swj) Mayjen TNI Ujang Darwis secara resmi membuka perlombaan tersebut di kawasan Danov Ski Air, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo) selaku ketua panitia penyelenggara.

Dalam sambutannya, Ujang Darwis menegaskan bahwa lomba bidar memiliki nilai penting, tidak hanya bagi pelestarian tradisi masyarakat, tetapi juga untuk menghidupkan kembali aktivitas olahraga dan keramaian di kawasan Jakabaring Sport City.

Menurut dia, JSC merupakan salah satu simbol modernisasi olahraga di Sumatera Selatan sekaligus pusat kegiatan olahraga berstandar internasional. Penyelenggaraan lomba bidar di kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat kegiatan olahraga dan budaya.

Lestarikan Tradisi, Jaring Atlet Potensial

Ujang Darwis menjelaskan, bidar merupakan perahu tradisional yang hingga kini masih terpelihara sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sumatera Selatan. Jika selama ini lomba serupa identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan pemerintah kota, Kodam II/Sriwijaya bersama jajaran TNI turut menghadirkannya dalam rangkaian peringatan HUT TNI.

Penyelenggaraan pada 2026 ini menjadi kali kedua kegiatan tersebut digelar di Jakabaring Sport City.

“Selain melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Sumatera Selatan, lomba bidar ini juga menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dibina lebih lanjut,” demikian pesan yang disampaikan Pangdam dalam sambutannya.

Ia menilai, perlombaan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk mengidentifikasi kemampuan peserta, khususnya dalam olahraga dayung. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.

Di sisi lain, lomba bidar juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu diharapkan tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi, sekaligus mendukung promosi pariwisata Sumatera Selatan.

Tiga Kategori, Ratusan Peserta

Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya 2026 mempertandingkan tiga kategori, yakni profesional, TNI/Polri, dan pelajar. Setiap perahu diawaki 10 orang, dengan jarak tempuh yang disesuaikan berdasarkan kategori perlombaan.

Kategori profesional dan TNI/Polri menempuh jarak 500 meter, sedangkan kategori pelajar berlomba pada lintasan sepanjang 200 meter.

Pembagian kategori tersebut memberikan ruang bagi peserta dari berbagai latar belakang untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus mendorong sportivitas dan persaingan yang sehat.

Berdasarkan data penyelenggara, kegiatan ini melibatkan total 1.124 orang, terdiri atas 240 personel panitia, 130 tamu undangan dan peserta, serta 754 peserta lomba bidar.

Penyelenggaraan kegiatan didukung oleh Korem 044/Gapo, pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Selatan, serta unsur terkait dari kabupaten dan kota. Dukungan sponsor dari berbagai pihak juga turut menunjang pelaksanaan perlombaan.

Bidar Mengajarkan Kekompakan dan Kepemimpinan

Lebih jauh, Pangdam menekankan bahwa mendayung bidar bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan, melainkan juga membutuhkan kekompakan, kedisiplinan, koordinasi, serta ketahanan mental seluruh awak perahu.

Setiap pendayung harus mampu menyelaraskan gerakan dan menjaga irama agar perahu melaju secara optimal. Tanpa kerja sama yang solid, keunggulan individu tidak akan cukup untuk membawa tim mencapai garis finis lebih dahulu.

Nilai-nilai tersebut, menurut Pangdam, mencerminkan filosofi kepemimpinan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelaksanaan tugas TNI.

Semangat kebersamaan, disiplin, dan pantang menyerah menjadi modal penting bagi prajurit dalam menjaga kedaulatan negara serta mendukung pembangunan nasional, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Pesan serupa disampaikan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud kepada seluruh peserta. Ia mendorong para pendayung untuk mengerahkan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan daya juang selama perlombaan berlangsung.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mempererat silaturahmi antara TNI, Polri, peserta, dan masyarakat. Interaksi dalam suasana olahraga dinilai dapat memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat persatuan.

Perkuat Pariwisata dan Kebersamaan

Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan citra daerah. Kehadiran peserta, tamu undangan, dan masyarakat di Jakabaring Sport City diharapkan dapat meningkatkan aktivitas kawasan sekaligus memperkenalkan tradisi bidar kepada khalayak yang lebih luas.

Di akhir sambutannya, Pangdam menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan meminta mereka mengikuti perlombaan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, mitra, dan sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara.

Kodam II/Sriwijaya berharap tradisi bidar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan olahraga yang mampu melahirkan atlet potensial, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan daya tarik Sumatera Selatan sebagai daerah yang kaya akan tradisi. (adi)