Divianews.com | Muara Enim — Penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kesadaran untuk menjaga persatuan, keutuhan wilayah, dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan wawasan kebangsaan yang digelar di SMA PGRI Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini mengusung materi “Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda” dengan melibatkan personel Batalyon Infanteri TP 895/Kujur Cakti.

Komandan Batalyon Infanteri TP 895/Kujur Cakti yaitu Letkol Inf Mas Agung, S.E., M.M., menyampaikan serta menegaskan bahwa kegiatan wawasan kebangsaan tidak sebatas pemahaman tentang sejarah atau simbol negara. Menurutnya, wawasan kebangsaan harus tercermin dalam tekad, sikap, perilaku, dan tindakan setiap warga negara.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah tekad, sikap dan perilaku, serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara,” ujar Mas Agung saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, sikap tersebut harus dilandasi kecintaan kepada NKRI serta berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Kesadaran itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara dari berbagai bentuk ancaman.

Sementara itu, Materi wawasan kebangsaan kemudian disampaikan Kapten Inf Narco, selaku Dankipan-A, dengan menitikberatkan pada pentingnya membangun generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air, memahami keberagaman, serta mampu menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Dalam pemaparannya, Kapten Inf Narco menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah.

Cara pandang tersebut dilandasi oleh Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda diarahkan untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun, bersatu, berdaya saing tinggi dan sejahtera,” demikian pokok materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kapten Inf Narco juga menekankan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang menggambarkan kondisi Indonesia sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya, suku, agama, dan latar belakang masyarakat.

Keberagaman tersebut, kata dia, bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan.

Selain memahami empat landasan wawasan kebangsaan tersebut, para peserta juga diberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dengan memelihara sikap gotong royong, hidup rukun dalam bermasyarakat, serta ikut berkontribusi mengembangkan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Generasi muda juga didorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi iman dan takwa serta memiliki kesadaran terhadap wawasan kebangsaan yang berorientasi pada kecintaan terhadap tanah air.

Bela Negara Dimulai dari Kesadaran
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya kesadaran bela negara. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, bela negara mencakup tekad, sikap, perilaku, serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif, untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara.

Konsep tersebut dijiwai kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai bagian dari upaya menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dari berbagai ancaman.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019, Pasal 1 angka 11.

Melalui kegiatan di lingkungan sekolah, pemahaman mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara diharapkan tidak berhenti pada materi yang disampaikan di ruang kelas. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui perilaku sederhana, mulai dari menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, bergotong royong, hingga berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Penguatan wawasan kebangsaan bagi pelajar menjadi relevan karena generasi muda merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesadaran terhadap persatuan, kecintaan terhadap tanah air, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi modal dalam menghadapi perubahan dan berbagai tantangan di masa mendatang. (adi)