Divianews.com | Tanjungpinang – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, kamis (27/11) meninjau perkembangan kawasan agro wisata Dompak, Tanjungpinang. Meski hujan gerimis turun sejak pagi, cuaca tak menyurutkan semangat Panglima untuk melihat langsung sejauh mana lahan eks tambang yang mereka bina kini menjelma menjadi kebun rakyat yang subur.

Letjen Kunto, yang baru tiba dari tugas dinas di Yogyakarta, tampak sumringah. Ia berkeliling menggunakan mobil kecil, menyusuri deretan tanaman cabai, jagung, ubi, dan aneka sayuran lain yang menghijau.

“Lihat ini… sudah mulai hijau semua. Senang sekali melihat perkembangannya,” ujar Letjen Kunto sambil memperhatikan rumpun cabai yang baru berbunga.

Kawasan pertanian Dompak ini merupakan program pembinaan langsung Letjen Kunto dan jajaran Kogabwilhan I. Selama beberapa bulan, mereka rutin memantau dan memberikan arahan agar lahan tersebut tidak hanya produktif, tetapi juga menjadi ruang wisata edukatif.

Sebelumnya, lahan ini membuktikan potensinya lewat panen semangka yang melimpah oleh petani bernama Agus. Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi kelompok tani setempat.

“Panen semangka kemarin jadi motivasi bagi petani lainnya. Artinya, tanah di sini punya potensi besar, walaupun lahannya berbatu alias bekas tambang,” kata salah seorang petani yang mendampingi kunjungan.

Pendekatan di Dompak tidak hanya berfokus pada tanaman pangan. Belum lama ini, Letjen Kunto bersama perwira Kogabwilhan I juga menabur bibit ikan konsumsi, seperti gurami, nila, dan lele, di kolam yang ada di tengah area pertanian.

Kolam ini nantinya akan terintegrasi dalam paket wisata keluarga, di mana pengunjung bisa memberi makan ikan, memancing, hingga menikmati hasil panen langsung.

Letjen Kunto menegaskan, pendekatan multi sektor ini penting untuk membangun ekosistem agro wisata yang mandiri dan berkelanjutan.

Bahkan, ada gagasan menarik yang siap direalisasikan: penaburan kunang-kunang di area mangrove yang berbatasan dengan kebun.

“Rencana malam hari di kawasan mangrove, pinggir kebun pertanian, bakal ada kunang-kunang. Malam harinya bakal cantik… mudah-mudahan bisa terwujud,” kata Panglima optimis.

Agro wisata Dompak ini bukan sekadar proyek, melainkan upaya nyata memberdayakan masyarakat yang diwakili oleh dua kelompok tani utama: Kelompok Tani Harapan Jaya Dompak dan Kelompok Tani Maju Mapan.

Kawasan terpadu—yang mencakup kebun produktif, wisata edukasi, kolam ikan, dan zonasi kunang-kunang—diprediksi mampu mendongkrak pendapatan masyarakat melalui tiket wisata, penjualan hasil panen, hingga tumbuh kembangnya UMKM.

“Tujuannya jelas, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Dompak. Kita ingin warga bisa merasakan manfaatnya langsung,” tegas Letjen Kunto.

Di tengah gerimis yang masih turun, kehadiran Panglima Kunto di lokasi itu menjadi simbol dukungan nyata TNI terhadap pembangunan ekonomi masyarakat setempat. (adi)