Divianews.com | Palembang – SMP Negeri 16 Palembang resmi membagikan laporan hasil belajar (raport) semester ganjil bagi seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9, kamis (18/12/2025). Sekolah menegaskan kewajiban bagi orang tua untuk hadir secara langsung terutama ayah tanpa diwakilkan untuk memastikan pengawasan akademik dan karakter siswa berjalan optimal.

Kepala SMP Negeri 16 Palembang, Hasanuddin, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan wali murid. Melalui pertemuan langsung, orang tua mendapatkan data akurat mengenai pencapaian maupun kendala belajar siswa selama enam bulan terakhir.

“Komunikasi antara guru/wali kelas dan orang tua adalah kunci keberhasilan pendidikan. Kami ingin orang tua memahami betul perkembangan situasi belajar anak mereka agar prestasi yang ada dapat dipertahankan atau ditingkatkan pada semester mendatang,” tegas Hasanuddin.

Menghadapi semester genap, SMPN 16 Palembang melakukan langkah progresif dengan menambah materi ajar Coding. Penambahan kurikulum teknologi ini berdampak pada penyesuaian jam operasional sekolah.

Hasanuddin menginformasikan bahwa pada semester dua mendatang, siswa direncanakan akan pulang pada pukul 15.00 WIB. Detail jadwal teknis akan segera disosialisasikan oleh wali kelas kepada para wali murid. Selain fokus pada teknologi dan akademik, sekolah tetap menekankan penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya lokal.

Seperti diketahui sebelumnya, Kebijakan sekolah ini sejalan dengan Gerakan Ayah Mengambil Raport (GEMAR) yang diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN). Berdasarkan Surat Edaran Mendukbangga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025, peran ayah diminta lebih aktif dalam pengasuhan untuk memperkuat mental dan kepercayaan diri anak.

Data pendukung menunjukkan urgensi keterlibatan ayah:

  • Dampak Akademik: Studi tahun 2023 yang dirilis The Guardian menyebutkan keterlibatan aktif ayah (seperti mengambil raport atau membaca buku 10 menit sehari) meningkatkan prestasi pendidikan secara signifikan.
  • Kognitif & Bahasa: Keterlibatan ayah dalam aktivitas terstruktur mampu mendorong perkembangan kognitif dan kemampuan bahasa yang lebih tajam.
  • Spesialisasi Peran: Sementara peran ibu dominan pada pembentukan perilaku dan emosional, peran ayah terbukti memiliki pengaruh unik yang lebih besar pada capaian hasil pendidikan formal anak.

Kehadiran langsung di sekolah, para ayah/ ibunya diharapkan mampu memberikan dukungan emosional yang membuat anak merasa lebih nyaman dan siap menghadapi tantangan pembelajaran di sekolah. (adi)