Divianews.com | Bangka Belitung — Ketua IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) Cabang BS II Kogabwilhan I, Mia Kunto Arief Wibowo, bersama Tim Bios44 PH Neut melakukan serangkaian kunjungan dan survei ke lahan bekas tambang timah di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan masyarakat setempat.

Kunjungan dilakukan di beberapa lokasi strategis, meliputi Kabupaten Bangka di Kecamatan Sungailiat dan Desa Air Kenanga, Kabupaten Bangka Tengah di Desa Pasir Garam, Teru, dan Namang, serta Kabupaten Bangka Selatan di Desa Rias dan wilayah lainnya yang terdampak aktivitas pertambangan.

Mia Kunto Arief Wibowo menjelaskan bahwa sebagian besar lahan di Bangka Belitung merupakan lahan pascatambang timah yang mengalami degradasi berat. Kondisi tanah umumnya memiliki tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah, miskin unsur hara, serta minim bahan organik sehingga sulit ditanami.

“Lahan bekas tambang ini menghadapi tantangan besar. Tanahnya sangat masam, kandungan haranya rendah, dan secara alami tidak lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Karena itu diperlukan inovasi yang tepat agar lahan dapat kembali produktif,” ujar Mia Kunto Arief Wibowo di sela-sela kegiatan.

Dalam kunjungan tersebut, Mia bersama Tim Bios44 tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aplikasi Bios44 PH Neut di beberapa titik lahan. Bios44 merupakan inovasi berbasis mekanisme organik yang dirancang untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta memulihkan kesuburan lahan secara bertahap.

“Dengan penerapan Bios44 PH Neut, kami berharap tanah bekas tambang dapat kembali subur dan dimanfaatkan masyarakat. Lahan tidak harus selalu ditanami sawit, tetapi bisa dikembangkan untuk berbagai komoditas hortikultura seperti buah-buahan dan sayuran yang bernilai ekonomi lebih tinggi,” tambahnya.

Selain aplikasi di lahan, tim juga menyalurkan Bios44 DC kepada para petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan karang taruna di sejumlah desa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perbaikan tanah secara mandiri dan berkelanjutan.

Tim Bios44 juga memperkenalkan BIOS44 PH Neut, produk yang berfungsi menaikkan pH tanah masam. Menariknya, PH Neut tidak hanya diaplikasikan pada tanah, tetapi juga pada air danau bekas tambang yang selama ini kurang produktif.

“BIOS44 PH Neut mampu memperbaiki kualitas air danau bekas tambang sehingga ekosistem perairan dapat terbentuk kembali. Dengan demikian, danau-danau tersebut berpotensi dikembangkan untuk perikanan air tawar dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” jelas salah satu anggota Tim Bios44.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian setempat sebagai bentuk dukungan dan pendampingan teknis. Kehadiran PPL diharapkan mampu memastikan penerapan teknologi berjalan sesuai kaidah serta berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Sinergi antara masyarakat, inovator, dan pemerintah menjadi kunci dalam memulihkan lahan pascatambang dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap salah satu PPL yang hadir.

Melalui kegiatan ini, IKKT PWA BS II Kogabwilhan I bersama Tim Bios44 berharap upaya pemulihan lingkungan pascatambang di Bangka Belitung dapat berjalan lebih masif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan daerah. (adi)