Divianews.com | Lahat — Bursah Zarnubi menunjukkan antusiasme besar terhadap pelestarian warisan sejarah Kabupaten Lahat dengan mengajak sejumlah tamu penting mengunjungi Situs Megalit Tinggi Hari di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang dan Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu, Selasa (19/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bursah didampingi anggota DPR RI Sri Meliyana serta anggota DPRD Lahat Nopran Marjani dan Balkisri. Mereka meninjau langsung kawasan situs megalit yang menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kabupaten Lahat.

Pada kesempatan itu, Bursah memaparkan rencana pengembangan kawasan Megalit Tinggi Hari secara terintegrasi antara Tinggi Hari 1, 2, dan 3. Pemerintah Kabupaten Lahat, kata dia, tengah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang untuk mendukung kawasan tersebut menjadi destinasi wisata sejarah unggulan.

“Harapan kita harus selesai di Oktober dan November 2026, sehingga setelah itu kita bisa menata event yang cocok. Selain itu rencana kita mengundang Menteri Kebudayaan Fadli Zon,” ujar Bursah Zarnubi.

Fasilitas yang direncanakan meliputi area parkir, tempat bersantai dan ngopi yang menghadap Bukit Payung di kawasan Gumay Ulu, serta pembangunan mushola dan toilet bagi pengunjung.

Tak hanya menerima kunjungan dari kalangan legislatif, pada sore harinya Bursah kembali membawa sejumlah tokoh nasional ke lokasi situs megalit tersebut. Di antaranya mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier bersama rombongan dari KPU RI dan KPU Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Bursah, keberadaan situs megalit itu merupakan peninggalan berharga nenek moyang masyarakat Lahat yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Kekaguman terhadap situs bersejarah itu juga disampaikan Fuad Bawazier usai melihat langsung kompleks megalit Tinggi Hari. Ia menilai kemampuan teknologi masyarakat masa lampau sudah sangat maju pada zamannya.

“Artinya teknologi nenek moyang pada saat itu sangat tinggi dan hebat. Dari hasilnya merupakan kekayaan budaya Lahat,” ungkap Fuad Bawazier didampingi istrinya.

Kunjungan para tamu nasional tersebut berlangsung hangat hingga menjelang magrib. Mereka juga menikmati suguhan khas daerah berupa durian, lemang, dan pempek di kawasan situs megalit Tinggi Hari. (Lh)