Divianews.com | Natuna  – Ketua IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo, bersama Wakil Ketua dan jajaran pengurus melaksanakan program Jelajah Wilayah IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I di Kepulauan Natuna. Kegiatan yang mengusung tema “Rajutan Ketahanan Pangan” ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mempererat silaturahmi dengan keluarga besar TNI dan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Program kunjungan terpadu tersebut merupakan bagian dari komitmen IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I dalam mendukung ketahanan pangan nasional di wilayah kerja Kogabwilhan I yang mencakup Kepulauan Natuna hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Dalam rangkaian kegiatan di Natuna, rombongan melaksanakan tatap muka dengan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Baterai Armed Komposit dan Persit KCK Baterai Arhanud Komposit, meninjau program ketahanan pangan, hingga melakukan sosialisasi teknologi tepat guna bagi masyarakat perbatasan.

Ny. Mia Kunto Arief Wibowo menegaskan pentingnya peran istri prajurit dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama bagi mereka yang mendampingi suami bertugas di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar.

“Peran seorang istri prajurit sangat mulia. Selain menjadi pendamping setia suami yang bertugas menjaga kedaulatan negara, mereka juga menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan dan keharmonisan keluarga,” ujarnya saat tatap muka dengan anggota Persit di Natuna beberapa waktu lalu.

Serap Aspirasi Keluarga Prajurit

Kegiatan tatap muka menjadi momentum bagi pengurus IKKT untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan kondisi kehidupan keluarga prajurit yang bertugas di wilayah terdepan Indonesia.

Selain menyampaikan informasi organisasi, Ny. Mia bersama pengurus juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, pola asuh anak di era digital, serta penggunaan media sosial secara bijak.

Melalui dialog interaktif, para anggota Persit menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi keluarga prajurit di wilayah kepulauan, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan anak, hingga kebutuhan logistik.

“Melalui pertemuan ini, kami dapat mendengar secara langsung berbagai kondisi yang dihadapi keluarga prajurit sehingga dapat menjadi masukan untuk peningkatan perhatian dan dukungan ke depan,” kata Ny. Mia.

Panen Cabai di Kebun Ketahanan Pangan Kodim 0318/Natuna

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, rombongan IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I turut melaksanakan panen cabai di Kebun Ketahanan Pangan Kodim 0318/Natuna.

Kegiatan tersebut menunjukkan keberhasilan pemanfaatan lahan produktif yang dikelola satuan TNI untuk menghasilkan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi.

Panen cabai merah dan cabai rawit tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia guna mendukung kemandirian pangan, khususnya di wilayah kepulauan.

Tinjau Budidaya Ikan Napoleon di Pulau Sedanau

Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal juga diwujudkan melalui kunjungan ke Pulau Sedanau.

Di lokasi tersebut, rombongan meninjau budidaya ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) yang dikembangkan menggunakan sistem keramba jaring apung. Ikan Napoleon dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang menjadi unggulan perairan Natuna.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung potensi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat pesisir.

Edukasi Teknologi Tepat Guna di PLBN Serasan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tatap muka dan sosialisasi teknologi tepat guna kepada masyarakat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, Pulau Serasan.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah inovasi yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan produktivitas ekonomi, di antaranya kompor berbahan bakar air sebagai energi alternatif, alat penghemat listrik untuk rumah tangga, serta pupuk hayati multifungsi BIOS 44 yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Menurut Ny. Mia, pemanfaatan teknologi sederhana namun tepat sasaran dapat menjadi solusi bagi masyarakat perbatasan dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap berbagai teknologi yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari dan mendukung kesejahteraan masyarakat perbatasan,” tuturnya.

Melalui program Jelajah Wilayah bertema Rajutan Ketahanan Pangan, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I tidak hanya mempererat hubungan dengan keluarga besar TNI di wilayah terdepan, tetapi juga memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan wilayah perbatasan yang berkelanjutan.

Editor: Adi