Lewat Aviation 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Semai Mangrove dan Harapan Baru bagi Masyarakat Pesisir
Divianews.com | Jambi – Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di tepian laut. Ia adalah benteng alami dari abrasi sekaligus ruang hidup bagi berbagai biota perairan. Berangkat dari semangat menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat memulai Program Aviation (Aquaculture Silvofishery System in Mangrove Conservation) Tahun 2026 pada Kamis (12/6) di UPT Desa Muara Seberang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya perikanan melalui pendekatan silvofishery. Sebagai bentuk komitmen bersama, Pertamina dan Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan program yang mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, rehabilitasi mangrove, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.
Program Aviation 2026 melibatkan Kelompok Sahabat Eko Mina yang beranggotakan 10 orang. Program ini mencakup penanaman sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di lahan seluas 0,6 hektare serta penebaran 18.000 benih ikan nila merah salin. Kelompok juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penanaman dan perawatan mangrove, pemilihan benih ikan berkualitas, diversifikasi produk olahan mangrove, hingga penguatan tata kelola kelompok.
Ketua Kelompok Sahabat Eko Mina, Edi Zhumaedi, mengaku program tersebut memberikan manfaat ganda bagi kelompoknya.
“Program ini memberi kami pemahaman bahwa menjaga mangrove bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir,” ujar edi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Pertamina terus mendorong program pemberdayaan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
“Melalui Program Aviation, kami ingin menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Kami berharap program ini mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan produksi perikanan budidaya, serta menumbuhkan kelompok masyarakat yang mandiri dan berwawasan lingkungan,” ujar Rusminto.
Ke depan, program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi budidaya nila salin, membuka peluang kerja bagi masyarakat pesisir, serta mendorong berkembangnya sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Program Aviation 2026 sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 14 (Ekosistem Laut), Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (cha)
