Kilang Plaju Perkuat Kompetensi dan Budaya Improvement untuk Keandalan Operasional
Divianews.com | Palembang – Keandalan operasional kilang tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh kompetensi, ketelitian, serta integritas sumber daya manusia yang menjalankan setiap proses pekerjaan. Penguatan kapabilitas pekerja menjadi salah satu langkah penting dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada kinerja unggul dan perbaikan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju melalui program Operational Performance Improvement (OPI) mendorong penguatan mindset dan capability pekerja melalui kegiatan Sharing Knowledge Loading Master & Shore Tank Oil Movement Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah transfer pengetahuan dan pengalaman bagi pekerja internal Oil Movement (OM), sekaligus mendorong tumbuhnya budaya belajar, kolaborasi, dan berbagi praktik terbaik di lingkungan kerja.
Materi yang dibahas mencakup pemahaman mengenai anatomi kapal, teknik pengukuran, serta berbagai faktor yang memengaruhi akurasi perhitungan kehilangan minyak dalam proses transaksi. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi pekerja untuk memahami titik-titik kritis dalam proses operasional, meningkatkan ketelitian pengukuran, serta memastikan keakuratan pencatatan inventori.
Manager Production Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Aryo Wahyu Wicaksono, menyampaikan bahwa pengelolaan Oil Movement memiliki peran penting dalam mendukung kinerja dan keandalan operasional perusahaan. Oleh karena itu, kompetensi dan pemahaman pekerja terhadap setiap tahapan proses kerja perlu terus diperkuat.
“Ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan sangat menentukan kualitas pengelolaan inventori perusahaan. Karena itu, kompetensi pekerja perlu terus diperkuat agar setiap proses dapat berjalan dengan baik, sesuai prosedur, serta didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Aryo.
Sementara itu, Manager OPI Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Felix Viceroy Chandrasyah, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja yang berkelanjutan perlu diawali dengan penguatan mindset dan kapabilitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi penting untuk membangun budaya kerja yang proaktif, responsif terhadap peluang perbaikan, serta memiliki kepedulian terhadap efektivitas dan keandalan proses operasional.
“Improvement bukan hanya tentang memperbaiki proses atau sistem, tetapi juga membangun mindset dan culture pekerja agar senantiasa memiliki semangat untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan mencari peluang perbaikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki setiap pekerja dapat menjadi pembelajaran bersama dan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari untuk mendukung kinerja operasional yang semakin andal,” ujar Felix.
Lebih dari sekadar peningkatan pemahaman teknis, kegiatan ini juga memperkuat nilai integritas sebagai fondasi dalam menjalankan pekerjaan. Kejujuran dalam pencatatan, ketepatan dalam pengukuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan prosedur merupakan prinsip penting untuk menjaga kualitas proses dan kepercayaan dalam setiap transaksi.
Melalui penguatan kompetensi dan budaya berbagi pengetahuan, Kilang Plaju terus menumbuhkan lingkungan kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada continuous improvement. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kapabilitas individu, tetapi juga membangun budaya improvement yang melekat dalam setiap aktivitas operasional.
Karena Operational Excellence bukan sekadar pencapaian target, melainkan perjalanan berkelanjutan dalam membangun mindset, meningkatkan kapabilitas, dan menumbuhkan budaya improvement untuk menciptakan kinerja yang semakin unggul dan berkelanjutan. (adi)
