DiviaNews, Paris  — Sekelompok polisi tiba-tiba datang ke Stasiun Gare du Nord, Paris, Prancis dan langsung mengevakuasi seluruh penumpang kereta api yang sedang berada di stasiun tersebut. Seketika itu pula area stasiun ditutup sementara waktu.

Juru bicara polisi Johanna Primevert mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah kekhawatiran bagi penumpang. Selain itu juga untuk mencegah agar tidak ada jatuh korban. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang sedang terjadi.

Sementara petugas stasiun menjelaskan pada saat itu, Senin (8/5) malam waktu setempat, semua petugas sedang fokus pada kereta api yang datang dari Valenciennes, Prancis utara. Stasiun tersebut merupakan salah satu stasiun besar yang padat di Paris yang melayani perjalanan nasional seperti kereta api Eurostar dari London.

Prancis menyatakan negaranya dalam kondisi darurat setelah beberapa kali terjadi serangan publik yang diduga dilakukan oleh organisasi teroris. Sedangkan tindakan tersebut terjadi setelah Prancis baru saja melalui pemilihan presiden yang akhirnya dimenangkan kandidat independen moderat Emmanuel Macron. Pada saat kampanye ia selalu menjanjikan akan meningkatkan pengamanan bagi Prancis.

Dalam tindakan pengamanan dramatis tersebut, satuan polisi dari BRI memasuki stasiun sekitar pukul 23.00 malam. Dengan sigap polisi langsung menanyakan keberadaan kereta api dari Valenciennes kepada petugas stasiun.

Setelah mendapatkan jawaban bahwa kereta api yang dimaksud berada di peron 10, segerombolan polisi langsung menuju ke lokasi. Saat itu pula polisi langsung mengevakuasi seluruh penumpang dan mengosongkan stasiun.

Sekitar pukul 01.30 pagi dini hari, operasi pengamanan tampak mereda. Polisi di sekitar stasiun mulai berkemas mengembalikan tanda penutup stasiun. Dan stasiun mulai dibuka kembali.

Salah seorang penumpang dari Inggris, Dave James Philips (39 tahun), konsultan teknologi, mengaku berhasil keluar dari kereta terakhir dari London saat dia melihat sekelompok polisi memenuhi stasiun tersebut.

“Tiba-tiba ada banyak polisi, dan seorang pria berpistol. Saat kami berjalan turun ke peron, seseorang datang dan mengatakan ‘keluar, keluar,” katanya. dikutif dari republika.

Menurut Philips, polisi terus menyisir stasiun saat semua penumpang bergegas keluar. Ia juga melihat bus dan mobil polisi berlalu-lalang di jalan sekitar stasiun. Ia hanya bisa berharap mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada malam itu.

Seorang petugas dari kereta api Eurostar menyebutkan operasi itu tidak ada berhubungan atau mempengaruhi penumpang maupun kereta api. Operasi itu terjadi setelah kereta api terakhir Eurostar tiba dan saat mempersiapkan keberangkatan kembali pada Senin malam.