Divianews.com | Palembang – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II memastikan pekerjaan preservasi Jalan Nasional ruas Muara Enim–Simpang Sugiwaras terus berjalan sesuai target. Hingga 6 Juli 2026, progres pekerjaan tercatat mencapai 5,3 persen atau melampaui target 4,9 persen dengan deviasi positif sebesar 0,33 persen.

Kepala Satker PJN II Sumatera Selatan, Mardalena, mengatakan paket preservasi tersebut telah melewati masa pengembalian kondisi selama 90 hari. Hasilnya, sebagian besar lubang di ruas Belimbing–Muara Enim telah berhasil ditangani, meski masih terdapat beberapa lubang baru yang muncul akibat curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah sebagian besar lubang di ruas Belimbing–Muara Enim sudah tertutup. Memang masih ada satu atau dua titik yang menjadi lubang baru setelah hujan, namun penyedia jasa akan segera melakukan perbaikan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar Mardalena di Palembang, Rabu (8/7).

Selain memperbaiki badan jalan, PJN II Sumsel juga terus menangani bahu jalan dan sistem drainase, terutama di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi genangan air. Perbaikan dilakukan secara bertahap seiring proses pekerjaan preservasi yang masih berlangsung.

Untuk meningkatkan kualitas jalan, BPJN kini mulai mengerjakan rekonstruksi menggunakan konstruksi rigid pavement dengan metode beton fast track di STA 19 arah Sugiwaras. Metode tersebut dipilih agar jalan yang selesai dicor dapat kembali dilalui kendaraan hanya dalam waktu 24 jam, sehingga dampak terhadap arus lalu lintas dapat diminimalkan.

“Kami menggunakan beton fast track karena ruas ini dilalui kendaraan dengan volume yang cukup tinggi, mulai dari sepeda motor hingga angkutan berat. Dengan metode ini, jalan sudah bisa dibuka kembali keesokan harinya,” jelasnya.

Selama pekerjaan berlangsung, BPJN menerapkan sistem buka-tutup jalur dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas. Rambu-rambu peringatan telah dipasang sekitar 200 hingga 300 meter sebelum lokasi pekerjaan, termasuk lampu penerangan pada malam hari untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Secara keseluruhan, paket preservasi Jalan Muara Enim–Simpang Sugiwaras memiliki panjang efektif sekitar 25,2 kilometer, meliputi pekerjaan rekonstruksi, rehabilitasi mayor, dan rehabilitasi minor. PJN II optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak, meski sebelumnya sempat menghadapi kendala pasokan bahan bakar industri dan material aspal yang kini telah teratasi melalui koordinasi dengan para pemasok.

“Kami terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar tetap sesuai target dan kualitas yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tutup Mardalena. (adi)