Divianews.com | Palembang — Pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah investor meningkat lebih dari 50 persen, transaksi harian tumbuh di atas 10 persen, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp202,04 triliun atau melampaui target awal sebesar Rp200 triliun.

Capaian tersebut disampaikan dalam pembukaan Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 November 2026 ini diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pasar modal sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi.

“Pertumbuhan pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan jumlah investor lebih dari 50 persen, pertumbuhan transaksi harian di atas 10 persen, serta kapitalisasi pasar yang telah mencapai Rp202,04 triliun menjadi capaian yang patut kita apresiasi,” ujar Direktur Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik.

Direktur Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, dalam sambutannya menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, likuiditas, serta efektivitas pengawasan perdagangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem real-time flagging untuk mendeteksi indikasi pelanggaran transaksi secara lebih cepat. Langkah ini diharapkan memperkuat pengawasan sekaligus menjaga integritas perdagangan di pasar modal.

Saat ini, pasar modal Indonesia juga telah memiliki 962 perusahaan tercatat atau emiten. Jumlah tersebut menunjukkan semakin berkembangnya aktivitas penghimpunan dana melalui pasar modal.

Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan penguatan integritas dan kepercayaan publik. Transparansi, kredibilitas, serta tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pasar modal, terutama di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.

“Pertumbuhan pasar modal harus diiringi dengan penguatan integritas, transparansi, dan kepercayaan investor. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, likuiditas, serta efektivitas pengawasan perdagangan,” tegas Jeffrey.

Melalui penyelenggaraan CMSE 2026, BEI bersama KPEI dan KSEI mendorong peningkatan literasi serta inklusi pasar modal agar semakin banyak masyarakat memahami dan memanfaatkan peluang investasi secara bijak.

Dengan pertumbuhan jumlah investor, peningkatan transaksi, dan kapitalisasi pasar yang melampaui target, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kuat, transparan, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. (adi).