”Perkuat Operasional dan Modernisasi Sistem Pertahanan Maritim di Wilayah Strategis”

Divianews.com | Naga, Banten — Dalam rangka memperkuat kemampuan operasional dan modernisasi sistem pertahanan maritim, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letjen TNI Kunto Arief Wibowo secara resmi menghibahkan 1 unit Jetsky Autonomus (tanpa awak) dan 1 unit Mudboat (perahu rawa) kepada Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII.

Penyerahan hibah dilaksanakan di Teluk Naga, Banten, sebagai bentuk dukungan nyata Pangkogabwilhan I terhadap peningkatan efektivitas operasional satuan TNI AL di wilayah kerja strategis. Peralatan tersebut merupakan hasil pengembangan teknologi lokal yang dirancang untuk memperkuat pemetaan wilayah, pengawasan, serta kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan negara.

Inovasi Teknologi Lokal untuk Kemandirian Pertahanan

Dalam sambutannya, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, jum’at (24/10/2025) menyampaikan bahwa penggunaan teknologi otonom seperti Jetsky Autonomus dan Mudboat menjadi bagian penting dalam transformasi sistem pertahanan yang adaptif dan modern.

“Peralatan ini bukan hanya sarana bantu operasional, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat daya pantau, pemetaan, dan respon cepat di lapangan. Melalui hibah ini, kami juga mendorong transfer teknologi lokal agar TNI tidak hanya menjadi pengguna, namun juga pengembang teknologi pertahanan karya anak bangsa,” ujar Pangkogabwilhan I.

Lebih lanjut, Letjen TNI Kunto Arief menegaskan bahwa integrasi teknologi buatan dalam negeri ke dalam sistem pertahanan nasional merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

“Semoga peralatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan operasional satuan,” tambahnya.

Dukungan Nyata bagi Kodaeral XII

Sementara itu, Komandan Kodaeral XII Laksda TNI Sawa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh Pangkogabwilhan I.

“Kami sangat mengapresiasi hibah berteknologi tinggi ini. Peralatan tersebut akan sangat membantu dalam mendukung operasi maritim, terutama dalam pengamanan wilayah perairan yang luas dan kompleks. Ini merupakan wujud nyata sinergi dan kepedulian Pangkogabwilhan I terhadap peningkatan kemampuan Kodaeral XII,” ungkapnya.

Jetsky Autonomus dan Mudboat tersebut memiliki kemampuan menjelajah berbagai medan, mulai dari rawa, pantai, hingga laut terbuka. Teknologi ini juga mendukung sistem pemetaan wilayah secara real-time serta pengumpulan data untuk mendukung pengambilan keputusan operasional secara cepat dan akurat.

Wujud Sinergi dan Kemandirian Sistem Pertahanan Nasional

Melalui hibah ini, TNI menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan sistem pertahanan yang adaptif, modern, dan berdaulat, dengan memanfaatkan potensi teknologi dalam negeri. Sinergi antara komando dan satuan operasional menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kekuatan pertahanan yang tangguh di seluruh wilayah NKRI.

Hibah Jetsky Autonomus dan Mudboat dari Pangkogabwilhan I kepada Kodaeral XII diharapkan dapat memperkuat pengawasan maritim, meningkatkan kesiapsiagaan pasukan, serta memperluas jangkauan operasional di wilayah kerja strategis.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret TNI dalam memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis inovasi dan teknologi karya anak bangsa. Dengan semangat profesionalisme dan sinergi antarsatuan, TNI terus berkomitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di darat, laut, dan udara. (adi)